Sejarah Kelahiran Avanza

| Tuesday, May 4, 2010

Jakarta - Semenjak dilahirkan di Gaikindo Auto Expo (sekarang disebut Indonesia International Motor Show) pada 2003, nama MPV yang satu ini terus dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Inilah MPV Toyota Avanza. Meski lahir di Indonesia, nama Avanza yang dalam bahasa Inggris Advance ini berasal dari bahasa latin yang artinya 'maju'.

Saat Avanza lahir, harganya cukup murah dibandingkan dengan mobil MPV merek lainnya. Bagaimana tidak harga Avanza pada saat peluncurannya ditaksir hanya berkisar Rp 80 - Rp 90 juta on the road Jakarta.

Avanza di pasar MPV tanah air pun terus menunjukkan kesuksesannya, bahkan kini Toyota Avanza menjadi kendaraan penumpang berkategori MPV paling banyak di jalanan Indonesia.

Data penjualan Gaikindo pun menunjukan MPV merek Avanza terpampang nomor urut satu setiap bulannya. Di akhir 2004 versi khusus dari Avanza (S Type) diluncurkan dengan menggunakan mesin VVT-i.

Dan hingga kini PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku pemegang merek Avanza terus menghadirkan Avanza dengan varian transmisi berbeda di setiap tipenya (G M/T, G
A/T, S M/T, S A/T, E M/T dan akan mengikuti E A/T dalam waktu beberapa bulan kedepan).

Lebih dari itu, konsumen pun rela berlama-lama menunggu sampai datang ke garasi rumah hingga 3-4 bulan lamanya. Meski harganya kini melonjak hampir 100 persen untuk varian teratas.

Namun apa sebenarnya di balik kesuksesan Toyota Avanza ketika permintaan di tanah air tiada henti-henti?

Kita kembali dulu flashback ke tahun 1998, saat krisis moneter tengah menggila, di saat rupiah terpuruk terhadap mata uang dolar AS, harga mobil-mobil dinilai sudah tidak masuk akal bagi kantong masyarakat waktu itu.

Saat itu pun tidak ada produsen mobil lainnya menyediakan kendaraan penumpang yang kompetitif. Namun Toyota menyiasati untuk memproduksi mobil MPV yang terjangkau.

Meski pada waktu itu Toyota memiliki produk anyar yakni Toyota Kijang Generasi 4. Namun harga mobil tersebut dinilai masih terlalu tinggi. Dari segi konsumsi BBM pun mobil MPV yang memiliki tag line "Dari Buyut Sampai Cicit" itu bersahabat alias memberatkan isi kantong. Nah, dari situlah Toyota berencana memproduksi mobil murah yang akhirnya baru muncul beberapa tahun kemudian lewat Avanza.

"Kembali ke market. Pada waktu itu setelah krismon karena harga mobil naik semua, rupiah terapresiasi dollar AS. Kita melihat income (pendapatan) masyarakat menengah Indonesia tidak seimbang dengan harga mobil. Meski ada Kijang, konsumen enggan beli model itu karena cukup mahal. Nah, disitu lah awal Toyota mengambil peluang. Kita koreksi kenyataan ini," kata Product Planning Department PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma yang ikut berperan dalam kelahiran Avanza kepada detikOto.

Bagaimana Toyota Indonesia membuat prinsipalnya setuju menelurkan Avanza? Simak artikel berikutnya.

0 comments:

Post a Comment